Implementasi adalah
serangkaian proses interaksi pelaksanaan antara pihak pencipta tujuan/program
dengan pihak yang ditugaskan untuk menyampaikan dan mewujudkan progam tersebut.
Bentuk implementasi sendiri bisa berupa pengembangan profesionalitas dimulai dari
interaksi awal, umpan balik dan pendampingan yang berkelanjutan. Implementasi
mengharuskan pendidik untuk bisa segera merubah proses pengajaran mereka menuju
yang baru (perubahan). Implementasi merupakan proses klarifikasi dimana
individu dan kelompok secara bersama berusaha untuk memahami dan mempraktekkan
perubahan yang diberikan dengan menggunakan sumber daya baru.
·
Prinsip
Pelaksanaan Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum menerapkan prinsip “kesatuan
dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan”.
·
Bahasa
Pengantar
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi
bahasa pengantar dalam kegiatan pembelajaran dan jika diperlukan dapat
menggunakan bahasa lain seperti bahasa daerah ataupun bahasa inggris.
·
Hari
Belajar
Jumlah hari belajar efektif dalam satu tahun
pelajaran
·
Kegiatan
Kurikulum
Terdiri dari intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler
·
Tenaga
Pendidikan
v Pendidik bertugas merencanakan dan melaksanakan
proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dan melakukan bimbingan
pelatihan kepada siswa.
v Pimpinan/Kepala Sekolah bertugas melaksanakan
administrasi, pengelolaan, pengembangan serta pengawasan dan pelayanan
profesional untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
v Pengawas bertugas merencanakan, melaksanakan,
memantau dan mengevaluasi pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan.
·
Sarana
dan Prasarana Pendidikan
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan sumber
belajar, buku dan alat pembelajaran, yang disediakan pemerintah dan masyarakat
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
·
Program
Remedial dan Pengayaan
v Perancangan program remedial sebagai sarana siswa
yang memiliki kesulitan belajar
v Perancangan program pengayaan sebagai sarana
pemantapan siswa terhadap kompetensi yang telah dimiliki.
·
Bimbingan
dan Konseling
Sekolah memberikan bimbingan dan konseling kepada
peserta didik dalam konteks pengembangan kepribadian sosial, karier dan belajar
lanjutan.
·
Penyusunan
Silabus
Dinas pendidikan melalui tim penyusun didaerah
menyusunan silabus dengan memperhatikan kompetensi yang dirancang mencakup kebutuhan potensi,
kekhasan dan keunggulan budaya daerah.
·
Pengelolaan
Kurikulum
Pengelolaan kurikulum dilakukan dengan
memberdayakan seluruh unsur penyelenggara pendidikan, komite sekolah, dewan
pendidikan serta dunia usaha dan industri sekitar.
Implementasi
kurikulum akan bermuara di kelas. Hasil pembahasan dan perubahan kurikulum akan
dipraktekan oleh pendidik didalam kelas dengan memperhatikan rambu-rambu umum
dalam kurikulum, yaitu :
1.
Tujuan
pembelajaran yang harus dicapai oleh kurikulum yang baru
2.
Cakupan
materi yang akan disampaikan untuk mewujudkan poin 1
3.
Cara pengajaran yang bagaimana untuk
mendukung poin 2 dan mewujudkan poin 1
4. Bentuk evaluasi yang sesuai dengan poin 3, yang mendukung poin 2 dan
mencerminkan terwujudnya poin 1
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana jika dalam implementasi kurikulum (yang
baru), dengan tidak adanya pengalaman pendidik dengan kurikulum tersebut dan terbatasnya
sumber daya pendukung seperti buku dan teknologi dapat menyesuaikan dengan
tuntutan kurikulum yang telah dirubah?


menurut saya,kepala sekolah harus aktivis dalam mencari informasi tentang kurikulum baru tersebut, dan juga Kepala sekolah harus berbicara dan bertindak untuk guru, siswa, dan masyarakat. dan Prinsipal harus mendengarkan keluhan dari berbagai pihak untuk memperbaiki kurikulum dan mengfasilitasi agar sekolah-sekolah yang keterbatasan informasi dapat juga informasi baru. dan juga Kepala sekolah harus memfasilitasi tindakan yang berarti di antara semua pihak yang terlibat dalam implementasi kurikulum tersebut.
ReplyDeletesesuai dengan pengalaman saya yang berkerja di sebuah sekolah yang di mana sumber teknologi dan buku yang kurang mendukung. Bagi saya tidak ada alasan bagi pendidik untuk beralasan tidak mengetahui kurikulum 2013 revisi 2017. mengapa saya katakan demikian, karena pendidik di fasilitasi oleh sekolah seperti pergi diklat tentang kurikulum, kemudian adaanya kelompok MGMP disetiap kabupaten dan provinsi di mana didalam forum tersebut semua di bahas mulai dari kurikulum,buku ajar,penugasan kepada siswa serta praktek yang akan di ajarkan kepada siswa.dari 2 forum yang saya contohkan tadi pendidik bisa mendapatkan informasi yang tidak mereka ketahui, jadi bisa dikatakan keterbatasan teknologi dan buku tidak membatasi kurikulum yang bisa berubah.
ReplyDeletesemua diawali dari diri sendiri. dalam diri sendiri harus ditanamkan niat untuk berubah. karena kita tau bahwa membawa perubahan bukanlah tugas yang mudah. Ada banyak hambatan untuk keberhasilan pengimplementasian kurikulum. jika pengalaman pendidik itu kurang bisa diatasi dengan mengikuti pelatihan tentang kurikulum yang baru. dan jika daya pendukung kurang maka sebagai seorang guru harus bisa berinovasi dan kreatif untuk mencari langkah lain agar perubahan kurikulum tersebut bisa terlaksana sedikit demi sedikit. kurikulum yang berubah juga tidak total semua diubah hanya saja melengkapi dan memperbaiki kurikulum yang lama. untuk itu guru pasti sudah mempunyai banyak pengalaman untuk mengatasi hal-hal tersebut.
ReplyDeleteMenurut saya pada saat sebuah kurikulum baru akan diberlakukan tentunya pemerintah telah mempersiapkan upaya seperti pengadaan sosialisasi bagi pelaksana pendidikan terutama guru & kepala sekolah. Sosialisasi ini dapat berupa program pelatihan dan juga informasi melalui media cetak & online. Jika seandainya masih terjadi adanya guru yang belum memiliki pemahaman ttg kurikulum baru, bisa jafi dikarenakan keterbatasan jangkauan pemerintah dalam mensosialisasikan kurikulum ini secara menyeluruh. Saya rasa tekhnologi bs membantu,ddalam teknologi kita bisa mengkondisikan guru2 dalam suatu jaringan bagaikan jaring laba2 yang terstruktur. Dalam jaringan ini guru2 bs saling bertukar informasi dan pengalaman dalam menerapkan kurikulum baru. Sehingga membantu guru2 yg belum paham. Namun jika terjadi kendala fasilitas yg belum memadai, maka bisa diusahakan dgn memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Krn guru yg berkualitas harus berusaha mencari berbagai literatur, sharing dgn teman seprofesi, memiliki pemikiran dan tindakan yg kreatif dan inovatif. Ex: dlm pembelajaran kimia, tidak adanya alat dan bahan, membuat guru berfikir kreatif utk memanfaatkan kekayaan alam yang ada sebagai sarana pembajaran praktikumnya & diperkuat dengan teori2 dalam bentuk bahan ajar utk menunjang ketercapaian pelaksanaan pembelajaran
ReplyDeletedengan segala keterbatasan yang ada,pasti ada solusi atau jalan keluarnya. jika yang menjadi masalah adalah pendidik yang kurang pengalaman tentang kurikulum baru,itu karna belum terbiasa. kurang berpengalaman artinya pendidik belum begitu paham dalam mengimplementasikan sebuah kurikulum baru. dan hal tersebut dapat di atasi. ada beberapa tindakan yang sudah di siapkan guna menyelesaikan permasalahan tersebut seperti pergi diklat terkait kurikulum tersebut,diskusi bersama pendidik lain mengenai kurikulum tersebut. tentunya ada salah satu atau beberap pendidik yang setidaknya cukup paham tentang kurikulum baru dan perubahannya. dapat dilakukan saling tukar informasi dan saling belajar antar pendidik. dan jika yang menjadi masalah adalah kurangnya sumber daya pendukung,guru disini harus mampu berinovasi menciptakan bebuah pengajaran inovasi dengan sumber daya terbatas namun tetap dapat mencapai tujuan dari kurikulum. intinya adalah guru/pendidik harus paham dan mengerti tentang perubahan kurikulum,tentang tujuan dari kurikulum itu sendiri.
ReplyDeleteMenurut saya dengan kurikulum yang baru pemerintah juga tentu memberikan sosialisasi, seminar, penataran dan sebagainya dalam usaha memberi pemahaman kepada guru dalam implementasi kurikulum. Namun memang terkadang ada kekurangan disana sini, menurut saya sebaiknya kita sebagai pelaksana jangan hanya mengeluhkan apa yang tidak ada. Apalagi zaman sekarang sudah canggih teknologi dan informasi seperti internet. Sembari menunggu semuanya siap, ada baiknya kita juga belajar. Dan memang sebaiknya kurikulum baru memang diimplementasikan seiring dengan matangnya sekolah dan sarana nelajar.
ReplyDeleteMenurut saya seluru stakeholder sekolah harus berperan aktif utk implementasi kurikulum. Guru harus berperan aktif dlm pembelajaran untuk pelaksanaan kurikulum dg terus berinovasi dlm mengajar. Keterbatasan merupakan tantangan yg harus dihadapi dan diselesaikan. Di era digital saat ini akses internet dpt dimanfaatkan untuk pembelajaran.
ReplyDelete