A. Pembelajaran Dan Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan
adalah kegiatan kontribusi seseorang di dalam masyarakat dan itu bisa diperoleh
melalui pembelajaran. Prinsip yang terkenal yakni “Cardinal Principles of
Secondary Education” (Komisi Reorganisasi Pendidikan Menengah, 1918), yang
mengemukakan bahwa pendidikan dalam demokrasi, baik di dalam maupun di luar
sekolah, harus berkembang dalam setiap individu yang memiliki pengetahuan,
minat, cita-cita, kebiasaan, dan kekuatan dimana dia akan menemukan tempatnya
dan menggunakan tempat itu untuk membentuk dirinya dan masyarakat selamanya.
Komposisi dari pengetahuan, minat, cita-cita, kebiasaan, dan kekuatan",
Selanjutnya kemudian
prinsip tersebut membaginya ke dalam tujuh bidang:
1.
Kesehatan,
2.
Keterampilan dasar,
3.
Kelayakan,
4.
Karir,
5.
Kewarganegaraan,
6.
Waktu luang, dan
7.
Keetisan karakter.
B. Tujuan sebagai Hasil Pendidikan
Tujuan pendidikan akan
memetaka hasil yang dicapai dalam proses pendidikan yang merujuk pada kegiatan
belajar yang telah direncanakan. Untuk merancang pembelajaran, seseorang harus menemukan
cara mengidentifikasi kemampuan seseorang dan mengarahkannya sesuai dengan
tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
C. Kursus dan Tujuannya
Ada beberapa faktor
yang mempengaruhi durasi ini. Jumlah waktu yang tersedia dalam satu semester
atau satu tahun merupakan faktor penentu utamanya. Kursus memiliki beberapa
tujuan dan kesemuanya berdasarkan proses perencanaan. Pembelajaran harus
dirancang secara berbeda untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran dapat
dicapai oleh siswa. Misalnya, belajar mendeskripsikan, berarti belajar
mengungkapkan sesuatu yang lain. Perencanaan pembelajaran yang dirancang bisa
disederhanakan dengan menetapkan tujuan belajar menjadi lima kategori umum
kemampuan manusia (Gagne, 1985). Kategori ini bisa terbentuk karena
masing-masingnya mengarah pada kelas kinerja manusia yang berbeda-beda.
Kemudian, masing-masing kategori juga memerlukan suatu kondisi pembelajaran
yang berbeda sehingga pembelajaran menjadi efektif.
Tabel Lima
Jenis Kemampuan yang Dipelajari
Kemampuan
|
Contoh Kinerja
|
Keterampilan Intelektual
|
Mengidentifikasi diagonal persegi
panjang
Mendemonstrasikan penggunaan kata
kunci yang obyektif
|
Strategi Kognitif
|
Menggunakan link gambar untuk
belajar
Menata ulang masalah yang dinyatakan
secara verbal dan unjuk kerja
|
Informasi lisan
|
Menyatakan ketentuan Amandemen
Keempat Konstitusi undang-undang
Menghitung kejadian kecelakaan
mobil
|
Keterampilan Gerak
|
Merencanakan tepi papan
Mencetak huruf E
|
Sikap
|
Memilih membaca fiksi ilmiah
Memilih berlari sebagai bentuk
olah raga
|
1. Keterampilan Intelektual
Keterampilan
intelektual memungkinkan individu berinteraksi dengan lingkungan mereka sebagai
simbol atau konseptualisasi. Belajar keterampilan intelektual berarti belajar bagaimana melakukan
sesuatu semacam intelektual. Umumnya, apa yang dipelajari disebut pengetahuan
prosedural (Anderson, 1985). Pembelajaran seperti itu kontras dengan belajar
bahwa ada sesuatu atau memiliki sifat tertentu.
2. Strategi Kognitif
Strategi kognitif
adalah keterampilan khusus dan sangat penting. Mereka adalah kemampuan yang
mengatur cara belajar, mengingat, dan berpikir individu berdasarkan tingkah
laku/dasar pemikiran sendiri. Kemampuan semacam ini berkembang dengan jangka waktu
yang cukup panjang, pelajar harus memiliki sejumlah pengalaman dalam berbagai
situasi yang sangat berbeda
3. Informasi Verbal
Informasi verbal
adalah jenis pengetahuan yang bisa kita nyatakan. Ini digunakan untuk
mengetahui pengetahuan deklaratif. Pelajar biasanya memperoleh banyak informasi
dari pembelajaran formal. Banyak juga belajar secara dadakan, informasi
tersebut disimpan di ingatan peserta didik, tapi belum tentu mengingatnya
dengan baik. Sesuatu seperti inti paragraf panjang disimpan dalam memori dan
diingat dalam bentuk itu saat tuntutan menuntut itu. Informasi sangat penting
yang pelajar harus miliki ialah informasi semacam itu yang tersedia untuk
dipelajari dengan aplikasi secara khusus. Informasi juga penting untuk transfer
pembelajaran dari satu situasi ke yang lain. Mencari tahu apakah siswa
telah mempelajari beberapa fakta atau fakta dari informasi yang terorganisir
dalam mengamati masalah apakah yang mereka bisa mengkomunikasikannya.
4. Keterampilan Gerak
Kemampuan lain yang diharapkan/dipelajari
manusia adalah keterampilan motoric (Fitts dan Posner, 1967; Singer, 1980).
Individu belajar meluncur, naik sebuah sepeda, untuk mengendarai mobil,
menggunakan pembuka kaleng, untuk melompati tali. Ada juga keterampilan motorik
untuk dipelajari sebagai bagian dari instruksi sekolah formal. Sebuah
keterampilan motorik adalah salah satu dari jenis kemampuan manusia yang paling
jelas. Anak-anak belajar keterampilan motorik untuk masing-masing huruf cetak
yang mereka buat dengan pensil di atas kertas. Fungsi skill, sebagai sebuah
kemampuan, hanya untuk memungkinkan performa motorik. Akuisisi keterampilan motorik bisa disimpulkan ketika siswa dapat melakukan
tindakan dalam berbagai konteks. Jadi, jika anak muda telah mendapatkan
keterampilan mencetak huruf E, mereka seharusnya bisa melakukan gerakan motorik
ini dengan pena, pensil, atau krayon, pada permukaan datar manapun, membangun
huruf dengan berbagai ukuran.
5. Sikap
(Krathwohl, Bloom, dan
Masia, 1964, mengidentifikasi sekelompok kemampuan terpelajar yang disebut
sikap. Semua dari kita memiliki berbagai macam sikap terhadap berbagai hal,
orang, dan situasi. Efek dari suatu sikap adalah untuk memperkuat sisi positif
seseorang atau reaksi negatif terhadap seseorang, benda, atau situasi. Seorang
individu dengan sikap yang kuat terhadap bantuan orang lain akan banyak
membantu situasi, sedangkan orang dengan sikap lemah semacam ini akan cenderung
membatasi tawaran bantuan untuk situasi yang lebih sedikit.
D. Kemampuan Manusia sebagai Tujuan Kursus
Suatu kursus
pengajaran biasanya memiliki tujuan yang sesuai dengan beberapa kategori
kemampuan manusia. Kategori utama, yang memotong “konten” dari kursus, adalah
lima yang telah dijelaskan. Dari sudut pandang yang diharapkan, hasil
pengajaran, alasan utama untuk membedakan kelima kategori ini adalah bahwa
mereka memungkinkan berbagai jenis kinerja manusia.
Misalnya, kursus ilmu sains
dasar akan memiliki tujuan umum seperti berikut:
1.
Pemecahan masalah kecepatan, waktu, dan
percepatan;
2.
Merancang percobaan untuk memberikan tes
ilmiah yang dinyatakan hipotesa; atau
3.
Menilai aktivitas sains.
Nomor satu jelas
disebut keterampilan intelektual dan, oleh karena itu, menyiratkan beberapa
pertunjukan yang melibatkan operasi intelektual yang dapat ditunjukkan oleh
siswa. Nomor dua berkaitan dengan penggunaan strategi kognitif karena
menyiratkan bahwa siswa perlu menunjukkan kinerja kompleks dalam situasi baru,
di mana panduan kecil disediakan dalam pemilihan dan penggunaan peraturan dan
konsep yang telah dia pelajari sebelumnya.
Pembelajaran dirancang
untuk mencapai tujuan dari pendidikan, selanjutnya tujuan tersebut disesuaikan
dengan kebutuhan di masyarakat dan kondisi siswa. Bagaimana penyesuaian yang
dilakukan (terkait 5 jenis kemampuan yang dipelajari, diatas) antara
pembelajaran, tujuan pendidikan dan pola belajar siswa?

Menurut saya penyesuaian antara tujuan pembelajaran (yang memuat terkait 5 jenis kemampuan: keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik, dan sikap), tujuan pendidikan, dan pola belajar siswa,dapat dilakukan saat proses merancang sebuah RPP (Rencana Pelaksana Pembelajaran). Karena pada hakekatnya rancangan RPP mengacu pada lima kategori hasil belajar tersebut. Sedangkan cara merancangnya agar sesuai dengan kebutuhan yakni dengan melakukan analisis kebutuhan, karakteristik siswa,dan materi sehingga guru bisa merumuskan tujuan pembelajaran (terkait 5 kategori) berdasarkan pada tujuan pendidikan nasional (kurikulum), menentukan strategi dan pendekatan yang sesuai dengan pola belajar siswa.
ReplyDeletesaya setuju dengan bang saprizal bahwa penyesuaian tujuan pembelajaran (yang memuat terkait 5 jenis kemampuan: keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik, dan sikap), tujuan pendidikan, dan pola belajar siswa,dapat dilakukan saat proses merancang sebuah RPP (Rencana Pelaksana Pembelajaran).pada RPP hasil yang di harapkan hasilnya adalah 5 jenis kemampuan tersebut dan dalam pembuatan RPP perlu pertimbangan tujuan dari pembelajaran serta pola belajar siswa sehingga pada akhirnya tujuan kurikulum dapat tercapai.
ReplyDeleteMenurut pendapat saya penyesuaian yang dilakukan antara pembelajaran, tujuan pendidikan dan pola belajar siswa adalah dengan perencanaan yang kita buat salah satunya adalah RPP.Dari RPP yang telah disusun pasti terdapt tujuan pembelajaran yang memuat ketemapilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, kemampuan motorik, dan sikap. terkai bagaimana penyesuaian terhdap pola belajar siswa yaitu di sesuaikan dengan karateristik dan kebutuhan siswa itu sendiri
ReplyDeleteMenurut saya dg membuat pembelajaran yg menarik dan menyenangkan agar tercapai tujuan pendidikan.
ReplyDeletePembelajaran yang menarik dan menyenangkan menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam mendidik peserta didik. Untuk itu, guru harus mengetahui hakikat belajar dan pembelajaran yang baik. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemahaman guru terhadap hakikat tersebut.Selain dapat meningkatkan semangat belajar, pembelajaran yang menarik dan menyenangkan juga memicu seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam menyampaikan materi pelajaran. Disinilah tingkat kekreativan dan keterampilan mendidik siswa akan terlihat, sehingga guru harus pandai memutar otak.Harapannya, dengan terciptanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, akan tercapai pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Pembelajaran memang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa pada 5 aspek yaitu intelektual, stragtegi kognitif, verbal, psikomotorik, dan afektif. Maka untuk meningkatkan kemampuan ini diarahkan dengan membuat tujuan-tujuan pembelajaran yang jelas yang dirumuskan pada rencana pembelajaran yang tersusun dengan baik dengan mempertimbangkan kondisi siswa. Dimana tujuan pembelajaran merupakan bagian dari tujuan pendidikan. Sehingga dengan ini siswa dapat belajar dengan terarah dan pola belajar yang terkonsep dengan baik
ReplyDeleteUntuk penyesuaian yang dilakukan (terkait 5 jenis kemampuan yang dipelajari, diatas) antara pembelajaran, tujuan pendidikan dan pola belajar siswa mungkin dapat dilakukan dengan membuat perencanaan belajar yang matang sesuai dengan latar belakang kemampuan siswa agar dalam proses belajarnya siswa bisa lebih terarah dan dalam mengajar guru juga hars lebih kreatif untuk membuat siswa menimbulkan rasa ingin tahu mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
ReplyDeleteMenurut saya penyesuaian tujuan pembelajaran (termasuk didalambya kelima kemampuan tsb) tujuan pendidikan dan pola belajara dapat dilakukan saat penyusunan RPP. Dimana dalam penyusunan RPP diharapkan telah memuat ke lima jenis kemampuan yaitu ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, kemampuan motorik dan sikap, sehingga siswa dpat menyesuaikan pembelajaran dengan cara mereka masing2 yang pada akhirnya pembelajaran adapat berjalan secara efektif sehingga tujuan kurikulum dapat tercapai.
ReplyDeletemenurut saya untuk menyesuaikan tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran dan pola belajar dapat dilahat dari saat meran cang sebuah rencana pembelajaran apakah sudah sesuai dengan tujuan dalam kurikulum yang berlaku, dan sesuai jugan dengan karakteristik siswa yang diajarkar dengan materi yang diajarakan. maka dari situ kita memasukan semua kategori terebut dalam merancang sebuah rencana pembelajaran dan harus tercapai semua tujuan tersebut.
ReplyDelete